Ambon, LINDOnews.tv — Penanganan kasus pembakaran dua alat berat milik PT SIM di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, mendapat sorotan serius. Polres Seram Bagian Barat (SBB) didesak untuk bersikap transparan dalam mengungkap kasus tersebut.
Desakan ini disampaikan Ketua Karateker DPD KNPI SBB, Muhammad Fahrul Kaisuku. Ia menilai, hingga kini belum ada perkembangan signifikan yang disampaikan kepada publik sejak peristiwa itu terjadi.
“Sejak kejadian pembakaran dua excavator, publik hanya disuguhi janji penyelidikan. Namun sampai saat ini belum ada progres berarti yang disampaikan kepada masyarakat,” ujar Fahrul, Senin (6/4/2026).
Alat Berat PT SIM, Yang Dibakar
Menurutnya, minimnya keterbukaan dari aparat penegak hukum berpotensi memicu spekulasi di tengah masyarakat. Ia pun mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani perkara tersebut.
“Ini menjadi pertanyaan publik, apakah kasus ini benar-benar ditangani atau justru dibiarkan tenggelam. Jangan sampai muncul kesan pembiaran atau bahkan upaya menutup-nutupi,” tegasnya.
Fahrul menilai, kasus pembakaran alat berat tidak hanya sebatas tindak kriminal biasa, tetapi juga berdampak pada iklim investasi serta stabilitas keamanan di daerah.
Karena itu, KNPI SBB mendesak Polres SBB segera membuka perkembangan penyelidikan, termasuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
“Jika memang tidak mampu mengungkap kasus ini, Kapolres SBB sebaiknya menyatakan mundur secara legowo demi menjaga marwah institusi Polri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Kapolda Maluku untuk turun tangan melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres SBB apabila dalam waktu dekat tidak ada kemajuan berarti.
“Kami minta Kapolda Maluku segera mengambil langkah. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian terus menurun akibat lambannya penanganan kasus ini,” tambahnya.
DPD KNPI SBB menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kepastian hukum, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan adil.
“Ini bukan sekadar soal dua alat berat yang terbakar, tetapi menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan publik. Negara tidak boleh kalah,” tandas Fahrul.
Sementara itu, Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli, yang dikonfirmasi media ini tidak memberikan keterangan, hingga berita ini diturunkan.